Apakah Anda pernah mengamati perbedaan antara seekor sapi dan seekor kuda ?
Di kota-kota besar, tidaklah mudah untuk menemukan dan mengamati kehidupan sapi dan kuda yang sesungguhnya. Tetapi saya yakin kita dapat menggunakan sedikit imajinasi. Coba kita bayangkan seekor sapi terlebih dahulu.
Kehidupan seekor sapi sangatlah susah. Sapi harus menarik beban, diperah susunya, dipotong untuk industri daging, dan bereproduksi untuk meneruskan kelangsungan hidup kelompoknya. Untuk semua usahanya itu, seekor sapi hanya makan rumput. Di akhir hidupnya, sapi-sapi tua dikirim ke tempat pemotongan. Bahkan kulitnya diproses dan dijadikan bahan untuk dibuat tas, dompet, atau produk kulit lainnya.
Sekarang coba kita bayangkan seekor kuda.
Seekor kuda juga binatang yang bekerja keras sepanjang hidupnya. Kuda yang baik akan dilatih untuk menjadi kuda pacuan. Kuda pacuan diberi sepatu yang dinamakan tapal kuda. Kuda pacuan juga diberi rumah yang dinamakan istal (kandang kuda). Kuda pacuan hanya mengonsumsi makanan pilihan berkualitas tinggi. Seekor kuda pacuan yang bagus akan memenangkan banyak kejuaraan di perlombaan pacuan kuda. Kuda itu akan menerima banyak penghargaan dan pengakuan akan hasil kerja kerasnya.
Sekarang pertanyaan saya adalah, jika Anda hanya memiliki 2 pilihan, pilihan pertama adalah menjadi sapi dan pilihan kedua adalah menjadi kuda, mana dari kedua binatang ini yang Anda pilih ?
Tebakan saya adalah Anda akan memilih menjadi kuda, benar ?
Bekerja keras dan menerima penghargaan atas kerja keras Anda. Berlari kencang dan luar biasa di antara kuda-kuda yang lain. Memenangkan penghargaan dan menerima banyak pengakuan berdasarkan keberhasilan Anda. Saya merasa bahwa banyak orang mau menjalani hidup seperti demikian.
Sekarang pertanyaan saya berikutnya adalah : Apakah Anda sudah melakukan sesuatu yang membuat Anda berada di posisi "kuda", bukan di posisi "sapi"?
Mari saya beritahu sebuah rahasia.
Kita semua dilahirkan lebih sebagai seekor kuda, daripada seekor sapi. Tetapi, kita dibesarkan dan dididik untuk berfikir dan bekerja seperti seekor sapi, dibandingkan kuda. Ketika tiba waktunya kita lulus sekolah dan mendiri secara finansial, banyak dari kita mencari pekerjaan yang stabil dengan bayaran yang baik. Kita secara tidak sadar melakukan persis sama seperti yang dilakukan orang lain di sekitar kita. Kita membuat surat lamaran yang bagus, mengirimkannya ke perusahaan sebanyak mungkin, melakukan pekerjaan rutin karyawan dari jam 9 sampai jam 5 setiap harinya. Kita melakukan semua ini tanpa menyadari bahwa kita secara tidak sadar memilih hidup seperti sapi, bukan kuda.
Lihat di sekitar Anda dan amati orang-orang yang Anda lihat dan temui setiap harinya. Apakah sebagian besar dari mereka bekerja dengan energi dan motivasi penuh atau apakah mereka hanya menjalani rutinitas dan memiliki pikiran yang membosankan? hari demi hari mereka "diperah" oleh atasan mereka (digaji rendah). Dan ketika hari ketidakberuntungan tiba, mereka hanya berharap bahwa mereka bukanlah salah satu yang "dipotong" (di-PHK)
Saran saya kepada Anda adalah selagi Anda masih memiliki energi dan waktu, pilihlan hidup seperti kuda daripada sapi.
Seorang pelatih kuda yang baik akan selalu mencari kuda-kuda potensial untuk dilatih mengikuti perlombaan dan memenangkan kejuaraan. Sama halnya ada mentor yang baik di luar sana yang secara konstan mencari individu berpotensi dengan janji untuk mengembangkan potensi individu tersebut.
Cari seorang pelatih kuda yang baik, bina hubungan dengan kuda bagus lainnya, lalu ikuti perlombaan dan menangkan kejuaraan.
Jika Anda dapat menjadi seekor kuda yang mengonsumsi makanan kuda berkualitas tinggi, menggunakan tapal kuda, dan tinggal dalam kandang kuda, mengapa Anda mau menjadi seekor sapi yang hanya makan rumput sepanjang harinya selama hidup sambil menunggu dipotong ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar